Monday, 19 October 2009

Rekreasi ke Pantai Krakal Gunungkidul

Lama sekali rasanya tidak menulis di blog ini cerita tentang yuna dan elis...Tentang kelucuannya, kenakalannya dan lain-lain....Sekarang ada cerita lain nih... mengenai berekreasi di pantai krakal gunungkidul...

Setelah lebaran, yah dua hari setelah lebaran kemarin, kami sekeluarga mudik ke orangtua di Wonosari Gunungkidul. Maklumlah selain untuk sungkem ke orangtua, juga ada trah keluarga jadi sekalian silaturahim dengan keluarga besar...
Ketika ada waktu dan kesempatan, kami mengajak yuna dan elis untuk berekreasi ke pantai, karena belum pernah mereka mengunjungi pantai...Wah di sana sebenarnya banyak sekali pantainya, ada pantai Baron, Kukup, Krakal, Drini, Ngrenehan, Sundak, dan masih ada lagi pantai-pantai yang belum terkenal..
Kami berangkat pagi agar tidak kepanasan di jalan dan belum macet, sebab masih dalam suasana lebaran, kemungkinan pengunjung akan sangat banyak. Kami masih bisa menikmati perjalanan yang berkelok-kelok, naik turun, di kanan kiri banyak bukit batu dan gua...
Wah, ternyata sampai di sana sudah banyak pula pengunjung yang berdatangan...daripada nanti tidak bisa menikmati pemandangan laut, maka kami mencari pantai yang agak sepi dari pantai Baron dan Krakal..jatuhlah pilihan kami ke pantai Krakal..
Sampai di pantai Krakal, kami mencari tempat yang lumayan aman agar yuna dan elis bisa bermain air yaitu dekat batu-batuan...hehehe..sebab semakin siang, ombak semakin besar dan naik ke atas..
Wah...senang rasanya melihat yuna dan elis main air sampai basah kuyup..sampai puas. Setelah puas, yuna dan elis mandi air bersih tapi agak sulit juga di sana mendapatkan air bersih, sehingga waktu mandi, yuna dan elis sampai harus hemat air..kasihan sama bapak yang jaga kamar mandi..kan harus naik turun cari air bersih.
Habis itu, kami cari minum dan makan karena anak-anak kayaknya sudah kelaparan..sambil menikmati keindahan pantai. setelah puas, kami pulang kembali ke wonosari. Kata Elis, nggak enak di pantai..alasannya banyak sabunnya..dasar anak-anak, busa ombak dikira sabun..hehehe
Bapaknya yang mendengar jadi geli dan menimpali kalau ikan-ikan juga pada mandi pakai sabun..Ada-ada saja yach!!!













Saturday, 4 July 2009

Hore...Hore...berlibur Ke Rumah Nenek

            Wah senangnya Yuna dan Elis yang sedang berlibur ke rumah neneknya di Wonosari. Sejak penerimaan raport pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2009, Yuna dan Elis belum pergi berlibur ke rumah neneknya, maklum bapaknya bekerja dan belum sempat mengantar ke sana. Memang sih, hari Ahad, Yuna minta di antar ke kolam renang Galuh dekat Candi Prambanan (jauh banget nih dari rumah). Yah, diturutin deh ama bapaknya, pergi bertiga ke sana. Ini karena si ibu masih harus istirahat setelah menjalani operasi, sehingga nggak bisa ikut menemani. Namun, kayaknya nggak lama juga di sana, karena mereka hanya bermain air dan takutnya kalo terlalu lama mereka akan sangat kecapekan. Dalam perjalanan pulang, mereka aja tidur di atas sepeda motor. Bayangkan kalo tiba-tiba jatuh saking ngantuknya. Tapi, sebenarnya dari rumah sudah disiapin gendongan untuk mengikat erat yang duduk di boncengan. Eh…eh…sampai rumah, yuna sempat nangis, mungkin karena terusik tidurnya karena disuruh pindah ke dalam rumah. Dalam rumah pun, mereka tertidur pulas. Kecapekan kali ya….

            Hari senin, yuna masih pingin ke kolam, tapi bapak nggak mau karena harus bekerja. Jadilah mereka bermain-main di rumah dan entah pergi main kemana. Pulang-pulang, mereka mandi. Siang itu, ada keponakan dating pinjam mobil…nggak tahunya mereka ikut. Baru tahu, kalo ternyata ada acara naik kereta api pramex ke Kutoarjo,…bayangin Cuma mereka berdua yang nggak pakai busana muslim. Sudah terlanjur…apa boleh buat!!  Yang penting, Yuna dan Elis senang sebab belum pernah naik kereta api beneran..

            Esoknya, sehabis mandi, Yuna dan Elis mencari keasyikan sendiri dalam bermain..Tapi tak lupa nih…minta uang terus untuk jajan..kalo nggak dikasih pasti ngambek.. Yun…Yun…mau seberapa besar badanmu, tambah bobot aja deh kamu..

Wah..wah..ternyata nggak bisa diam ni si Yuna. Kebetulan di rumah baru ada tukang yang sedang bekerja membangun rumah… Maunya ikut kerja…tapi apa jadinya? Tembok sudah halus-halus, malah digaris-garis lagi…jadi deh si pak tukang ngulangi lagi.  Belum lagi Yuna angkat-angkat loster, yah karena nggak kuat, dilepas…jadi pecah deh..

            Ada lagi nih, keusilan si Yuna. Pak tukang yang lain baru menyemen tempat pralon yang bocor…eh malah disiram semen….duh—duh..maaf ya Pak Tukang…Pokoknya hari selasa dan rabu, sungguh-sungguh harus ekstra …pengawasan…Lengah sedikit, air termos dibuang lalu diisi air biasa untuk nyiram tanaman…atau air termos diisi teh dan gula lalu dituangkan ke gelas…wis…wis troublemaker tenan!!!

            Nggak disangka-sangka nenek datang di hari Rabu sore. Yuna langsung mau diajak nenek  tapi Elis nggak mau ikut.  Ketika ditanya kenapa nggak ikut? Katanya sih masih ngompol..(jujur kan!) Tapi esok harinya, waktu bangun tidur, Elis bingung juga…dan berkata:”Aku sendirian…aku nggak ada temannya”. Bapaknya bilang:”Tuh ada Pak Amad (Pak Tukang)”. “nggak, yang kecil-kecil”, jawab Elis. Maksudnya yang sebaya dengan dirinya. Wah kehilangan teman to ceritane..Tapi akhirnya Elis main juga dengan kakak sepupunya.

            Tiba malam hari, Yuna telpon Elis, nah mulailah keinginan Elis untuk nyusul ke rumah nenek. Mintanya dijemput nenek, tapi nggak mungkin wong sudah malam hari.  Duh..duh…nangis nggak karuan, ngamuk. Si bapak akhirnya matiin lampu, ternyata malah tambah ngamuk. Tapi karena kecapekan, akhirnya Elis pun tertidur pulas..memang nggak bisa dipisahin tuh anak-anak.

            Akhirnya, esok hari, ibu jadi juga ngantar Elis ke rumah nenek diantar pak sopir karena bapak kerja. Sampai sana, wah betapa girangnya kedua anak itu…Dan sampai malam inipun kayaknya mereka happy-happy aja, main di sana…

            Rumah jadi sepi deh..tanpa celoteh mereka. Tapi biarlah, yang penting Yuna dan Elis senang dan menikmati liburan di rumah neneknya. jJangan nakal ya sayang, kasihan nenek kalo kamu berdua nakal…I MISSED YOU SO MUCH! 

Thursday, 25 June 2009

100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak (2)

Setelah membahas dari memperkuat keimanan anak, maka sekarang akan menginjak ke bagian kedua dari 100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak.
B. Mengarahkan Perilaku Anak
8. Buatlah anak terbiasa melakukan kebaikan
Pada hakikatnya kebaikan itu merupakan sebuah kebiasaan, maksudnya
membiasakan anak untuk melakukan hal-hal tertentu hingga hal-hal itu benar-
benar menjadi kebiasaan bagi dirinya yang akan selalu dia lakukan tanpa
disuruh seperti memberikan tauladan yang baik, talqin, mendiktekan sesuatu,
melakukan pengawasan dan memberikan pengarahan.
9.Berilah sejumlah pengarahan, tugas, ataupun perintah kepadanya secara
bertahap
Langkah-langkah seperti ini memiliki pengaruh tang besar terhadap kejiwaan
dan respon sang anak, sebab pada umumnya jiwa anak kecil itu masih lunak
(halus). Berusahalah dalam memberikan pengawasanitu dilakukan dengan cara
lembut, dengan menggunakan kata-kata sopan dengan senyuman yang
tulus.Jangan sampai mengandung unsure penghinaan, celaan, atau sesuatu
yang dapat melukai hatinya.
10. Pilihlah waktu yang tepat untuk memberikan pengarahan kepada anak
Pemilihan waktu yang tepar akan mempunyai pengaruh yang sangat efektif
sehingga nasihat yang diberikan akan sangat berpengaruh pula.
11. Berbicaralah kepada anak secara terus terang dan jelas, tanpa bernelit-belit.
Dengan pembicaraan yang bersifat langsung dan menggunakan informasi
yang sudah tersusun rapi,akan menjadikannya lebih dapat memahami apa
yang disampaikan kepadanya dan akan lebih siap untuk diterimanya.
12. Gunkan peristiwa-perisriwa tertentu sebagai media dalam mendidik anak
Manfaatkan suatu momen untuk memberikan sejumlah pengarahan dan untuk
mendidik jiwa anak serta menanamkan konsep-konsep keimanan dan
pendidikan dalam jiwanya itu.
13. Biasakanlah anak untuk menghormati perasaan orang lain dan bantulah dia
untuk mengetahuinya.
Bisa dengan mengatakan kepadanya;”Lihatlah bagaimana jadinya ketika kau
memukul dan menyakiti tetanggamu?” atau “Lihatlah. Saudaramu menangis!!
Kamu telah mengambil mainan miliknya, sehingga ia bersedih karena ulahmu
itu”. Dengan cara ini, anak kecil akan terlatih untuk mengintrospeksi dirinya,
menjauhi sifat egois dan memperhatikan perasaan orang lain.
14. Bantulah anak dalam mempelajari hak-hak dan kewajibannya.
Bantulah anak dalam mempelajari apa yang berhak diperolehnya dan apa yang
harus dilakukannya serta apa yang boleh dan apa yang tidak boleh
dilakukannya. Tetap berusaha agar anak merasa dirinya dihormati dan
dihargai. Namun juga tetap menjaga sikap disiplin yang baik dan menjauhi
sikap memanjakannya.
15. Ajarkanlah kepada anak sifat amanah.
Cara yang terbaik adalah menghormati hak-hak yang dimiliki oleh sang anak.
Maka jangan biarkan seorangpun menzhaliminya dengan cara mengambil
barang-barang miliknya.Dengan cara emikian, iapun akan terbiasa
menghormati hak-hak orang lain.
16. Mintalah pendapat anak setelah usianya mencapai 4 tahun dan diskusikan
dengannya dalam mengambil sejumlah keputusan yang berhubungan dengan
dirinya.
Caranya menjelaskan sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan aspek
pembinaan perilakunya dan berusaha memahamkannya sehingga dapat
menerimanya.
17. Ajarkanlah kepada anak cara-cara untuk mengatasi rasa bosan (jemu)
Jika Anda mau bercakap-cakap dan bermain-main dengannya selama
beberapa jam dalam setiap harinya, maka ketika Anda sedang sibuk, anak pun
sudah dapat bermain dan menghibur diri sendiri. Anak usia 1 tahun mampu
menyibukkan diri selama 15 menit berturut-turut, anak umur3 tahun bisa
menyibukkan dirinya selamasetengah hari.
18. Ajarilah anak agar mau bersabar dalam menunggu sesuatu
Hal ini akan mnegajarkan pada anak tentang cara menyikapi berbagai tekanan
dan penderitaan dengan cara yang lebih baik. Ketahuilah bahwa upaya untuk
menunggu sesuatu tidak akan membahayakan anak selama hal itu tidak
menyebabkan dirinya merasa tertekan atau terganggu justru malah akan
memperkuat keseimbangan perasaannya.
19. Dalam membina perilaku anak, tentukanlah cara-cara tertentu yang sesuai
dengan tingkat usianya.
Seorang anak kecil membutuhkan motivator yang berasal dari luar yang dapat
mengendalikan dirinya, sehingga diapun akan belajar tentang bagaimana cara
mengendalikan dirinya sendiri dan menjadi seorang anak yang berperilaku
baik.
20. Jangan memberikan perhatian yang berlebihan kepada anak
Perhatian yang berlebihan terhadap keluhan-keluhan anak terkadang justru
akan membuka peluang bagi sang anak untuk berusaha mendapatkan
perhatian yang melebihi batas yang sewajarnya.
21. Ajarilah anak cara mengontrol diri
Anak akan belajar tentang cara menjaga dan mengendalikan dirinya sendiri
melalui rasa cinta dan pengawasan terhadap dirinya yang selalu Anda berikan.
22. Ajarilah anak sikap menghormati dan menghargai orang lain
Sikap tersebut akan melekat pada diri anak bila dia melihat sikap tersebut ada
pada diri orangtuanya. Maka sebaiknya tunu\jukkanlah rasa cinta, kasih,
sayang serta ketaatan anda pada suami.
23. Bantulah menemukan teman yang shalih
Beri dorongan agar dia mau menjalin hubungan persahabatan dengan teman-
teman baru bila Anda menemukan adanya kekurangan pada persahabatannya
dengan teman-teman yang sekarang.Bantulah untuk menemukan teman
pengganti yang shalih, tetapi tidak perlu meminta meninggalkan teman-teman
lamanya.

(bersambung)

Empat Perkara Dan Empat Perkara

Empat Perkara Baik Dan Yang Lebih Baik

Sebagian ahli bijak berkata:”Ada empat perkara yang nilainya baik,namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik lagi, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin”.


Empat Perkara Jelek Dan Yang Lebih Jelek

Sebagian ahli bijak mengatakan “Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek, yaitu
1. Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun lebih jelek lagi adalah perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.
2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek lagi bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang ‘Alim.
3. Malas beribadah bagi orang awam adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi bila malas beribadah itu dilakukan kalanagan ulama dan santri.
4. Berlaku sombong bagi orang kaya itu adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah berlaku sombongnya orang fakir”

Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah kezuhudannya terhadap dunia maka ia tidak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh”(HR. Dailami).


(Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani)

Tuesday, 23 June 2009

100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak (1)

            Sebagai seorang ibu, wanita harus memahami benar prinsip-prinsip dan dasar-dasar pendidikan serta mempersiapkan tugas yang mulia itu. Seorang ibu juga harus membaca banyak kajian-kajian ilmiah (yang berkaitan erat dengan pendidikan anak) dan buku-buku pendidikan. Selain itu, dia juga harus banyak belajar dari pakar pendidikan anak, sebab baik arahan, sindiran maupun nasehat memiliki pengaruh yang luar biasa, meskipun hanya disampaikan dalam bentuk yang sederhana.

            Dengan demikian, ternyata tanggungjawab kita sebagai ibu apalagi sebagai basic pendidikan anak selama di rumah memang cukup besar. Karena tentunya kita tidak mau menyia-yiakan dan anak kita yang merupakan titipan dari Allah SWT untuk kita didik dan kita bina.

            Kebetulan sekali, aku membaca sebuah buku karangan Iman Al-Mahdawi yang telah dialih bahasakan oleh Nashirul Haq.LC mengenai 100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak yang sekiranya pantas sekali untuk kita jadikan panduan dalam mendidik anak dan mengambil manfaat dari hasil jerih payah beliau. Semoga apa yang telah dipersembahkan kepada kita ini menjadi bagian dari amal kebajikan yang akan memperberat timbangan amalnya. Amin..

  1. Memperkuat Keimanan Anak
  1. Buatlah hati anak selalu berhubungan dengan Allah SWT

Pahala yang paling besar, paling baik dan paling sempurna adalah menanamkan prinsip-prinsip tauhid dalam hati anak seperti iman, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, taat kepada keduanya, serta takut kepada siksaan Allah dan mengharap pahala dari-Nya.Maka dapat diupayakan dengan bercakap-cakap dengan anak mengenai nama-nama dan sifat-sifat Allah serta tentang keharusan untuk mengesakan Allah. Mengenal alam sekitar sebagai penciptaan-Nya, melakukan ibadah sholat .

  1. Berusahalah agar anak selalu merasa berada di bawah pengawasan Allah SWT, kapan dan dimana pun dia berada.

Perasaan seperti inilah yang dinamakan dengan “kontrol agama”. Kata-kata yang sebaiknya diungkapkan apda anak ketika ingin melarang suatu perbuatan adalah “ini halal, dan itu haram” atau “ini termasuk hal yang disukai Allah, sedangkan itu termasuk hal yang dibencin-Nya!” atau “ini boleh dan itu tidak boleh” dan sebagainya. Hal ini akan membantu orangtua dalam memupuk “kontrol agama” pada diri anak dan mencegah perbuatan yang tidak baik dan tidak diharapkan.

  1. Berusahalah agar pengarahan-pengarahan yang ditujukan kepada anak didasarkan pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

Buatlah agar anak dapat merasakan hal itu sehingga ia akan terbiasa dengan ketaatan kepada Allah dan selalu mengikuti Sunnah Rasul-Nya dengan harapan dia akan tumbuh dewasa dalam keadaan seperti itu.

  1. Tanamkan rasa hormat kepada Al-Qur’an Al-Karim dalam hati anak

Lakukan hal ini, sehingga diapun akan merasakan betapa sucinya Al-Qur’an dan akan melaksanakan ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya. Lakukan denga gaya bahasa yang mudah dimengerti dan menarik. Ajarkan bila dia dapat membaca Al-Qur’an dengan baik, maka dia akan bersama para malaikat yang mulia dan taat (pada hari kiamat nanti). Jadikanlah dirinya terbiasa utnuk berpegang teguh pada etika-etika dalam emmbaca Al-Qur’an seperti dengan membaca ta’awwudz, membaca basmalah, menghormati mushaf Al-Qur’an, mendengarkan dengan baik (ketika ada orang lain membacanya) dan melakukan perenungan dengan baik.

  1. Berusahalah agar suasana rumah menjadi harum

Hal; ini karena pengaruh ayat-ayat Allah yang selalu dibaca di dalamnya, meskipun hanya beberapa saat saja di waktu siang. Lebih baik lagi bila bacaan Al-Qur’an itu dilakukan pada waktu pagi dan sebelum tidur.

  1. Ajarilah anak-anak tentang dzikir dan etika Nabi SAW

Dzikir dan etika tersebut seperti dzikir yang dibaca pada waktu pagi dan sore, dzikir ketika keluar dan masuk rumah, doa sehari-hari. Hal tersebut disebabkan karena dzikir-dzikir dan etika-etika tersebut mengandung pengaruh yang dalam terhadap perilaku dan hati sang anak. Upaya untuk mendengar, menghafal dan mempraktekkannya, dapat menyebabkan terjalinnya ikatan yang kuat antara ruh sang anak dengan Allah SWT, sehingga ruhnya itu akan tumbuh dengan baik, sementara fitrahnya akan selamat dari berbagai macam penyimpangan.

  1. Berusahalah agar anak selalu berhubungan dengan para syech (guru agama)

Upaya untuk belajar langsung dari mereka merupakan salah satu cara untuk meraih keunggulan dan merupakan metode yang digunakan oleh kaum salaf yang shalih dalam mendidik anak-anak mereka. Bahkan kadang mereka mengajak anak-anak mereka menghadiri majelis-majelis pengkajian Hadits, padahal anak-anak itu belum mencapai usia baligh.Hal itu dilakukan dengan harapan agar mereka dan anak-anak mereka mandapatkan berkah dari Allah melalui majelis-majelis yang berisikan kegiatan dzikir kepada Allah serta majelis yang diliputi rahmat Allah dan dikelilingi oleh para malaikat.

(bersambung….)

Kupersembahkan blog ini untuk anak-anakku, agar mereka tahu betapa kami sebagai orang tua selalu menyayangi dan mengasihimu meskipun engkau selalu nakal, ngeyel, ngambeg dal lain-lain, tapi kami tetap berharap engkau menjadi anak-anak yang sholehah. Amin