Saturday, 12 December 2009

My son

(By Gibran Bogel Galuh)

... Sing boy, I heard it, desires and dreams, a thousand notes inspire heroism stars smile ...

infiltrate in the niche you dear life, casting a line stretching the words of the most meaningful ones. shaded dreams touch the bottom inner blessing, every night Mother sang a prayer strand meaningful messages ...

... Longing to talk to you, boy, the shade of your own destiny. hang the skies will echo the sound has a meaning. hide anxious to stop the tongue, blush beauty fill your heart says, comfort like kalam counting beads, giving the mandate of love is omnipotent.

leave a mark where you are, my boy, believe me with confidence, do not you close your eyes to uphold the truth, one day your heart gain strength when forging the path of life experience. place deep inside of science, conscience eyes the beauty of life like the clarity of the soul to read the good ...

... The sanctity of life to share yourself with another human being, quench the thirst of your fate chance, His hidden secrets. hope will close the void of despair heat wave form of heart trouble storms past. happiness son, a shade for your mother.

your words thrill Mom and Dad, said goodbye to remind blessing, "Father, Mother ... I want to say goodbye to teach!" ...

... An instant heart was touched, the book on the theology of immortality long-forgotten closet. clarity of your heart again, son.

... Mandate to return to teach and assess ...

Mid-October 2009

Post by Arifah H. (Smart Parenting)

Friday, 11 December 2009

Yuna and Elis play in the beach water Krakal Gunungkidul



Look how happy Yuna and Elis. They play in the beach water Krakal Gunungkidul, buffeted by the waves and fall due to the waves ... and then they play the sand and make a mountain out of sand ..


Elis and friends were dancing



Elis and friends were dancing on the show year 2008/2009 Collapse TK Taruna Imani Yogyakarta. Well .. they are danced to a song Gundul-gundul Pacul .. they were funny because they are still sitting on the bench Play Group.

Yuna and friends dancing



Yuna and friends were dancing in the school year 2008/2009 Collapse TK Taruna Imani Yogyakarta.
Look ... they are dancing with joy even though they are not the same movement also called the children ... the show kept running

Some time after birth Elis



April 1, 2005, was born our second son named Nora Kurni Rafina Elis (Elis called) ... This photo was taken, shortly after Ellis was born in this world ... so funny ...

Lagi-lagi Pornografi, Waspadalah..!!



Hari ini kami mendapat pesan dinding dari seorang ibu yang anaknya usia SMP terpapar pornografi. Ibu tersebut memang tidak bilang apa anaknya sudah kecanduan. Tapi adiksi pornografi itu hanya masalah waktu, bila sekali sudah terpapar akan ada keinginan untuk lihat/cari lagi dan lagi sampai jadi adiksi. Demikian bom pornografi di buat.

Bu Elly Risman dalam seminarnya Ramadhan yang lalu sudah memperingatkan pornografi adalah industri yang sangat menguntungkan para pelakunya, baik berupa media buku, foto/gambar dan video, maupun yang berupa game on line. Semua bisa diakses lewat internet. Maka Bu Elly sangat prihatin dengan kurang pekanya orang tua terhadap fasilitas yang diberikan pada anak pra baligh tanpa pengawasan ketat. Seperti Handphone yang bisa mengakses internet dan mendownload video, lap top dan komputer bermodem, dan juga TV/DVD set, yang semua bisa dimanfaatkan anak dengan bebas. Apa lagi jika kedua orang tua pergi bekerja setiap hari.

Tolong diperhatikan, dari info terdahulu tentang hasil survei yang Astaghfirullah..

Bu Elly : Data Komnas Anak dari sebuah propinsi Remaja SMP.. 93,7% pernah kissing, petting n oral. 62,7% tidak perawan. 21,2 % Remaja SMU pernah Aborsi.. Data anak SD kelas 4, 5, 6.. dari 1942 responden 67% telah terpapar pornografi lewat media.. Semua difasilitasi ortunya lewat pemberian HP canggih, tv-dvd dan akses internet tanpa pengawasan.

Bu Emmy Soekresno : “Innalillaahi wa innalillahi roji'un, turut berduka cita atas matinya kepekaan orangtua terhadap bom informasi porno bagi anak muslim. Ada penelitian banyak orang tua berpikir bahwa dengan memberikan semua yang diperlukan anak dan menyediakan anak rasa nyaman dan rasa aman akan membuat anak menjadi lebih bahagia. Akhirnya orang tua bukannya membuat anaknya bahagia tapi malah membantu anaknya untuk gagal.”

Anak kita kah..?? Ayah dan Bundanya ada.. Tapi mereka tiada…

Industri Pornografi siap membombardir anak-anak kita dan melahap mereka untuk jadi pelanggan tetap dengan membuat buah hati kita menjadi pecandu pornografi bahkan sebelum masuk masa baligh. Caranya mereka membuat :

1. Anak dan remaja memiliki Mental Model Porno = Perpustakaan Porno di dalam memori otak, lewat arus info digital yang pernah dilihat anak via berbagai media. Alih-alih berisi info dan pikiran jernih, otak anak penuh data porno yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

2. Anak pra-baligh ketagihan lihat porno, bahkan mereka terangsang untuk ejakulasi sebelum memperoleh mimpi basah. Menurut riset jika anak pra baligh sampai ejakulasi 33 – 36 kali maka jadilah mereka pecandu pornografi seumur hidup. A Future Market untuk industri pornografi.

3. Kerusakan otak permanen akibat adiksi porno yang tidak tertolong.


Pornografi dalam bentuk gambar, video dan game menyebabkan kecanduan yg membahayakan otak. Lebih dahsyat dari pengaruh kokain yg 'hanya' merusak otak di 3 titik. Pornografi dapat mengerutkan dan merusak otak di 5 titik. Menurut riset anak laki-laki lebih mudah terangsang dan menjadi pecandu bahkan sebelum akil baligh (8 th).. Apakah anda sudah memasang jala pengaman..?


Sumber pornografi : Internet, Program TV ga mutu (Sinetron,Tontonan Banci, Reality Show dsb) Iklan SMS 9090, Komik (eks golden boy), film bioskop, Games PS, Teman, Hape bs download game n video.. Banyak kan..


Data Lagi 52% Siswi SD haid di kelas 3-4.. 48% Siswa SD mimpi basah di kelas 5.. Sudahkah anda berdiskusi tentang seks dan pornografi pada mereka..?? Terutama urusan Thaharah (bersuci) setelah Janabah untuk anak laki-laki. Perempuan lebih mudah terdeteksi dan diajari. Mari kita dekati mereka sebelum tiba masa akil balighnya.. sehingga jika tiba waktunya, mereka hanya akan datang kepada kita sebagai satu-satunya tempat bercerita.


Bu Elly dengan tajam menandaskan banyak dari orang tua yang tidak siap menghadapi perkembangan anaknya. Beliau bertanya seberapa info yang kita miliki tentang kebutuhan anak di setiap tahap perkembangannya. Apakah kita menguasai informasi tentang tahapan perkembangan anak kita sendiri dan cara otak mereka bekerja..?? Apa yang sudah kita siapkan dalam membangun karakter/kepribadian anak demi masa depan mereka..??


Kelalaian orang tua yang sering terjadi pada sejumlah kasus/masalah perkembangan anak, termasuk pornografi adalah orang tua kurang :

a.Waktu berkualitas yang cukup dengan anak . 20’ Parent/ weekend parent terutama sering lalai dengan waktu yang ‘cukup’ demi kesehatan lahir dan batin anak.

b. Mengajarkan agama dan mengontrol penerapannya, sering sepenuhnya menyerahkan ke sekolah yang sudah terpadu.

c. Tanggap teknologi, orang tua di rumah sering gagap teknologi, kalah canggih dengan anaknya. You must understand IT ti fight IT, tanpa itu kita tak punya kiat

d. Pola asuh dengan komunikasi positif yang baik dan benar dengan anak dan remaja, selama ini kita ikut pola lama. Sadarlah kita harus mendidik anak sesuai eranya, maka di era ini update info tentang komunikasi pengasuhan anak sama primernya dengan memberi makan mereka, demi Character Building mereka.

Nasehat Bu Elly untuk membuat anak tangguh di era layar :
1. Sadari anak adalah titipan Allah, ada hak anak yang harus kita penuhi antara lain untuk dijauhkan dari Api Neraka sesuai firman Allah.
2. Sadari dan evaluasi kesalahan kita dalam pola asuh. Cobalah untuk Look in, jika ada kesalahan apa sebabnya, bahkan lihat jauh kebelakang saat kita dibesarkan. Apa kita sudah bersih dari hutang masa lalu yang mengotori hati kita saat mengasuh dan mendidik anak saat ini.
3. Libatkan pasangan, ayah dan bunda dalam dual parenting. Bersungguh-sungguh ingin berikan yang terbaik bagi anak, punya prinsip dan teguh menjalankan/menerapkannya
4. Perbaiki KOMUNIKASI dengan anak :
a. Angkat Self Image anak jangan sampai mereka merasa saya tidak berharga
b. Perbaiki Hubungan jangan sampai mereka merasa tidak ada yang mencintai saya apa adanya
c. Perjelas Kebutuhan sebenarnya jangan sampai mereka merasa kebutuhan saya tidak pernah terpenuhi
d. Pendidikan Seksual yang benar jangan sampai mereka merasa sex adalah kebutuhan yang paling penting di usia dini
5. Tarik kembali Ayah ke rumah, ayah harus mau minimal duduk 30’/minggu untuk diskusi dengan anak. Menghadirkan Allah dalam diri anak, bahas Quran dan Hadits. Persiapkan anak untuk menjadi remaja – dewasa yang sehat.
6. Persiapkan diri untuk minta maaf kepada anak atas setiap kesalahan dalam pola asuh yang pernah terjadi. Buat kesepakatan untuk berubah di sana-sini.
7. Simak dan buat list tentang pandangan anak terhadap pola pengasuhan kita dan harapan-harapan mereka dari kita.
8. Utarakan harapan-harapan kita sebagai orangtua kepada mereka.
9. Buat PRIORITAS bersama tentang hal-hal yang perlu dan akan segera diperbaiki.
10. Jelaskan tetang akibat pornografi terhadap otak
11. Ajak anak berolahraga untuk menyehatkan otak
12. Buat kesepakatan bersama tentang KOMUNIKASI yang menyenangkan antara orang tua dan anak. Dan tentang aturan-aturan main baru yang perlu dijalankan seputar fasilitas yang ada.

Jika anda berhadapan dengan anak yang mengalami kecanduan pornografi maka ada 4 hal yang mutlak dibutuhkan yaitu : 1.Keinginan untuk sembuh dari anak, 2.Dukungan keluarga , 3. Allah SWT harus dihadirkan dalam diri anak dan keluarga, 4.Terapis.

Bu Elly pun menyampaikan 12 langkah melawan pornografi untuk anak kita, yaitu :
1. Mengaku bersalah kepada diri sendiri
2. Mengharap hanya kepada Allah
3. Menyerahkan diri hanya ke dalam kekuasaan Allah
4. Menganalisa diri dengan jujur mengapa kecanduan pornografi
5. Memohon ampun secara khusus pada Allah
6. Menyiapkan diri untuk menerima pertolongan Allah
7. Memohon Allah untuk menghapus dosa-dosa
8. Meminta maaf pada orang lain
9. Melaksanakan puasa sunnah dan bersedekah demi ampunan Allah
10. Menyempurnakan evaluasi setiap malam dan bersyukur
11. Meningkatkan ketakwaan
12. Membantu orang lain keluar dari kecanduan yang sama

Apapun yang kita lakukan untuk anak, jika dalam pola asuh dan pendidikan anak di rumah gagal menghadirkan ketakwaan kepada Allah SWT, maka akan menghasilkan generasi yang rentan terhadap serangan apapun pada akhlaknya. Semoga dengan saling mengingatkan kita dapat menambahkan yang kurang dan memperbaiki yang salah.

(sumber : Smart Parenting)

MENDAMPINGI ANAK MENGENALI SEKSUALITASNYA ANTARA TANTANGAN & TUNTUTAN TERHADAP PERAN ORANG TUA MASA KINI

Copy Paste dari Note Kita dan Buah Hati

Dalam sebuah workshop, beberapa orang ibu merasa terkaget-kaget, bingung keheranan sekaligus “lemes”. Pasalnya setelah mendengar presentasi hasil pelatihan yang dilakukan oleh Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati di dapatkan data dari siswa/siswi kelas 4-6 SD yang menunjukan bahwa mereka (67%) sudah terpapar oleh media pornografi yang beragam. Mulai dari media komik, games play station,computer, internet, HP,film maupun majalah. Disamping itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mereka pun tidak kalah mengagetkan. Munculnya pertanyaan seperti: (Maaf) bagaimana memasukan alat kelamin pada pasangan dengan baik dan benar?, bagaimana rasanya menghisap kemaluan?dll. Belum lagi temuan-temuan dilapangan diperoleh; seorang siswi kelas 5 SD mengaku tidak bahagia jika dalam satu minggu tidak melihat dan berfikir tentang hal berbau porno. Di sekolah lain didapatkan bahwa seorang siswi kelas 5 SD berimajinasi melakukan hubungan seksual dengan pasangan, yang jadi persoalan adalah anak itu dapat berimajinasi seperti itu karena sering melihat tayangan yang menggambarkan adegan porno.
Kondisi tersebut diatas hanyalah sebagian kecil dari gambaran fenomena anak dan remaja kita saat ini. Untuk itu, sedini mungkin dirasakan perlu adanya pendidikan seksualitas anak sendiri oleh orang tua. Karena sesungguhnya tanggung jawab utama pendidikan seksualitas pada anak adalah orang tua.

MENGAPA PERLU PENDIDIKAN SEKSUALITAS?

Memang betul, dalam budaya kita hal-hal berbau seksualitas masihlah dianggap tabu oleh sebagian orang. Orangtua cenderung “risih” untuk membicarakan masalah seks dengan anaknya. Jika tiba-tiba anak bertanya mengenai hal-hal berbau seks, reaksi pertama yang timbul adalah kaget, gelagapan, menghindar, atau justru memarahi anaknya karena telah bertanya hal yang tidak sopan.
Padahal anak tetap membutuhkan informasi tersebut. Akibatnya, banyak yang mencari informasi dari teman-teman, majalah, film porno, dan dari sumber lain yang mungkin saja bisa salah. Jika informasi mengenai seks tidak dikunci dengan pemahaman agama, maka anak tidak akan tahu bahwa hal tersebut belumlah pantas sesuai dengan usianya dan menjadi terus berkelanjutan. Bahkan bisa seperti ilustrasi contoh diatas.
Dan sebaiknya yang diajarkan adalah Pendidikan Seksualitas bukan Pendidikan Seks. Mengapa? Karena kata seksualitas meliputi totalitas pribadi, bagaimana mengarahkan apa yang dipikirkan, dirasa dan bereaksi. Berbudaya, bersosial dan berseksual. Sedangkan Kata Seks bermakna gender laki-laki dan perempuan atau hubungan kelamin.

JADI APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?
PENGASUHAN SEKSUALITAS YANG BENAR, SEHAT DAN LURUS…

Artinya? Pengasuhan yang mengarahkan anak untuk memiliki seksualitas BENAR menurut tuntunan agama, SEHAT menurut ketentuan medis kesehatan, dan LURUS menurut norma yang berlaku sehingga tidak menyimpang. Pendidikan seksualitas ini sebaiknya diajarkan sedini mungkin, namun tetap disesuaikan dengan usia anak. Bagaimana Caranya ?

1. Ajari dan kenali anak dengan anggota tubuh mereka
Sedini mungkin anak mengenali bagian-bagian tubuhnya yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Nama-nama organ tersebut dan fungsinya. Yang pasti hal tersebut disesuaikan dengan usia anak. Hal ini sudah bisa dilakukan pada anak TK namun dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti.

2. Kenali anak 3 jenis sentuhan
Anak harus mengenali macam-macam sentuhan dengan maksud agar menghindari dan mengantisipasi diri dari pelecehan seksual. 3 jenis sentuhan tersebut adalah :Pertama, Sentuhan sayang yaitu sentuhan yang dilakukan oleh orang tua atau saudara dekat. Bagian yang disentuh adalah bagian umum seperti kepala, punggung dan lengan. Kedua, Sentuhan membingungkan yaitu sentuhan yang awalnya menyentuh dengan sayang bagian tubuh yang umum namun kemudian berlanjut dengan sentuhan yang buruk dibagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Ketiga, Sentuhan yang jelek, yaitu menyentuh bagian tubuh yang sensitive dari diri kita.

3. Kenali peran dan prilaku gender anak
Sedini mungkin anak dikenalkan pada jenis gendernya. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi bias gender nantinya. Pengenalan ini dilakukan dengan cara mengenalkan jenis kelamin, menggunakan pakaian, mainan dan berteman yang sesuai dengan jenis jendernya.

4. Ajarkan anak melindungi diri dari pengaruh lingkungan
Anak harus tahu apa saja yang harus dilakukan untuk menghindari diri dari pengaruh buruk lingkungan. Ajari anak berani mengatakan TIDAK pada pengaruh buruk adalah bagian penting dari pendidikan seksualitas ini.

BAGAIMANA JIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEKS?

a) Tenang, control diri dan take it easy
Maksudnya adalah jika anak bertanya tentang seks diharapkan orang tua tidak menampakkan kekagetan atau kemarahan karena bisa jadi anak bertanya sesuatu yang memang dia sendiri tidak mengetahui arti dan maksudnya.

b). Jika belum tahu atau belum siap : tunda dengan jujur mengatakan bahwa orang tua belum tahu jawabanya dan akan mencari tahu lebih lanjut.

c). Jawab pertanyaan anak dengan prinsip KISS yaitu Keep Information Short and Simple artinya menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang singkat, jelas dan tepat.

d). Gunakan golden opportunity yaitu jangan lewatkan pengalaman berharga yang dialami bersama anak. Seperti melihat kumbang dan bunga, cicak yang berpasangan, atau kucing atau anjing yang berduaan.

e) Kunci segala penjelasan dengan nilai, norma dan agama. Selain anak tahu yang berlaku tetapi anak juga tahu yang sebenarnya menurut nilai dan norma agama yang berlaku sehingga anak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

f) Sesuaikan jawaban dengan usia anak. Penjelasan terhadap anak taman kanak-kanak tentunya berbeda dengan jawaban pada anak SD atau SMP atau SMA

g). Berikan jawaban yang logis, benar dan rasional. Hal ini dimungkinkan karena anak akan lebih menerima jawaban yang dirasa masuk akal dan dianggap benar. Jika dikemudian hari di diketahui oleh anak bahwa kita mengada-ada maka itu akan berdampak pada kepercayaan dan keterbukaan anak pada kita

Akhirnya, dengan memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini diharapkan anak mampu membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan dan memiliki seksualitas yang Sehat, Benar dan Lurus.


Sumber : Smart Parenting
Kupersembahkan blog ini untuk anak-anakku, agar mereka tahu betapa kami sebagai orang tua selalu menyayangi dan mengasihimu meskipun engkau selalu nakal, ngeyel, ngambeg dal lain-lain, tapi kami tetap berharap engkau menjadi anak-anak yang sholehah. Amin